Did You know !

Rabu, 04 Agustus 2010

Yuk..Istikharah,,,,

Pernah bingung tidak ketika dihadapkan dalam sebuah pilihan..?
"Kalau bingung ya pegangan" Kata orang begitu tuh^_^ .. Nah Nabi Muhammad SAW telah memberikan kita sebuah pegangan dikala kita merasa bingung untuk mendapatkan sebuah ketetapan hati atas suatu pilihan :

Rasulullah bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka shalatlah dua rakaat dari selain shalat fardhu, kemudian hendaklah mengucapkan: 'Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta putuskanlah yang terbaik untukku di mana pun berada, kemudian ridhailah aku dengannya.' Dan hendaklah ia menyebutkan hajatnya.'' (HR Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya)


Hal tersebut sinkron sebagaimana ALLAH SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”


Shalat Istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk ALLAH oleh mereka yang berada diantara beberapa pilihan dan merasa belum mantap untuk memilih. Spektrum masalah dalam hal ini tidak dibatasi. Seseorang dapat shalat istikharah untuk menentukan dimana ia kuliah, siapa yang lebih cocok menjadi jodohnya atau perusahaan mana yang lebih baik ia pilih. Setelah shalat istikharah, maka InsyaALLAH akan diberi kemantapan hati dalam memilih.

Setelah selesai berdo'a, biarkan ALLAH memberi hidayah kedalam hati kita (sampai kita menemukan kemantapan) untuk memilih. Dan apabila masih juga belum mantap, maka disunatkan mengulangi salat istikharah itu sampai menemukan kemantapan. Sebagaimana Rasulullah pernah menyuruh sahabat Anas bin Malik untuk mengulangi salat istikharahnya karena dia masih belum mendapatkan ketetapan hati.


Ane ada nih beberapa kisah tentang orang yang melakukan Istikharah :

1. " Seorang remaja yang mengalami kebingungan, pada saat itu ia baru saja lulus SMP dan akan menempuh jenjang berikutnya tetapi ia di hadapkan kepada sebuah pilihan apakah harus masuk SMA atau STM, sang Ibu ingin dia masuk SMA sementara sang Ayah ingin agar ia masuk STM, tetapi kedua orang tua ini tidak memaksakan hanya saja yach namanye juga anak jadi bingung deh tuh, akhirnya sang anak memutuskan untuk bertanya kesana-kemari mana yang lebih baik serta sisi positif maupun negatifnya, setelah itu ternyata kebingungannya justru bertambah dan ia sampai pada titik dimana ia benar-benar bingung serta tak dapat membuat suatu keputusan. Ditengah kebingungannya itu ia melakukan sholat Istikharah, setelah selesai ia tertidur dan tiba-tiba saja ia terbangun ketika pintu kamarnya ada yang mengetuk, ternyata sang Nenek langsung mengajaknya jalan ke sebuah sekolah, anehnya tidak ada perlawanan dari si anak, yang ada dalam pikiran anak tersebut hanyalah kekosongan (masih ngelindur) lalu sampai sekolah yang di tuju entah bagaimana si anak menjadi mantap dan ternyata sang Nenek membawanya ke sebuah sekolah STM"


2. "Seorang Pemuda tengah kebingungan perihal masalahnya dimana ia memiliki seorang pacar yang telah meminta untuk di nikahi, si Gadis sempat di jodohkan oleh kedua orang tuanya sehingga ia kalau ingin tetap bersama Gadis tersebut harus segera lulus kuliah dan melamar si Gadis di sinilah si Pemuda tadi merasa ragu apakah si Gadis tepat untuknya, pemikiran yang timbul adalah apakah ia adalah Gadis yang tepat untuk si Pemuda lamar setelah selesai kuliahnya itu..?Kondisi si Pemuda sedang skripsi dan menanti sidang skripsi, si Pemuda tidak merasa mendapatkan jawaban apapun dari hasil Istikharahnya akan tetapi ia mantapkan niat melamar si Gadis tersebut setelah skripsinya berakhir, ternyata si Pemuda gagal di dalam sidangnya sehingga kelulusannya tertunda dan ia harus mengulang sidang skripsi berikutnya dan ternyata tidak lama setelah itu si Gadis memutuskan hubungan pacaran mereka, si Pemuda berpikir dan mendapatkan jawaban bahwa ia berpacaran yang jelas-jelas tidak boleh dalam Islam tetapi ia mengharapkan petunjuk ALLAH melalui Istikharah, hal ini tidak sinkron karena berarti ia telah mencampur-adukan hak dan batil lalu ia berpikir lagi. Muncul lagi sebuah pemikiran betapa ia merasa berdosa ketika ia telah merubah niat yang tadinya keinginan ia untuk lulus dari kuliah tulus karena ALLAH ternyata telah bergeser menjadi karena Gadis tersebut"


3. "Seorang Pemuda di hadapkan pada dua posisi antara ia mengambil Tugas AKhir (TA) saja atau kuliah lagi, Pemuda ini dihadapkan pada dua pilihan :
Yang pertama adalah jika ia mengambil TA, kelulusannya menjadi lebih cepat 3 bulan (Kalau lulus^_^) dan tentunya kelulusan adalah hal yang sangat di idamkan orang tua belum lagi ia ingin melakukan sebagaimana teman-temannya sarankan untuk mengambil TA.
Yang kedua keinginannya untuk menaikkan IP agar lebih baik.

Setelah itu si pemuda Istikharah, namun ia tidak merasa mendapatkan petunjuk dan ia mengulangi Istikharah-nya itu sampai keesokan harinya teman si Pemuda mengatakan : "Gue aj kemaren bisa, udeh ntar lu gue bantuin siapin aj rokok 2 bungkus" begitu juga teman-teman si Pemuda yang lainnya seolah memberikan pesan tersirat bahwa jawaban dari Istikharah itu adalah mengambil TA (petunjuk ALLAH), ketika si Pemuda ingin melakukan pembayaran untuk mengambil TA ternyata hari itu Kampus si Pemuda sedang dilakukan inspeksi sehingga jalur birokrasi menjadi ketat dan ternyata si Pemuda tidak diperbolehkan untuk mengambil TA karena ada persyaratan yang tidak terpenuhi padahal teman si Pemuda tetap dapat mengambil TA dengan kendala yang sama, berikutnya sang teman berkata "Besok aj tes lagi, tadi gue udeh ngeloby Kajur bisa katanye" Si pemuda menjawab dengan mantap, tidak..!Gue kuliah lagi aj , yang berarti si Pemuda memilih opsi kedua, hal tersebut di dasarkan pemikirannya bahwa "Siapin rokok 2 bungkus" adalah perbuatan menyuap karyawan di kampus-nya yang jelas-jelas itu berarti ia telah berbuat dosa sedangkan di satu sisi ia meminta kepada ALLAH petunjuk atas pilihan tersebut.


4. "Seorang Pria yang mencintai Wanita sehingga ia memutuskan menta'arufinya untuk menuju ke khitbah dan jenjang pernikahan, melalui pesan tersirat sang wanita menyampaikan keinginannya untuk segera menikah alhasil si Pria geleng-geleng (wayang kale^_^). Semenjak saat itu si Pria terus memikirkan pesan tersirat dari wanita tersebut, akan tetapi di dalam perjalanannya muncul berbagai godaan mulai dari sms Wanita lain dan sebagainya, si Pria merasa bimbang apakah Wanita tersebut memang jodoh yang di berikan ALLAH dan ia melakukan Istikharah, jawaban pertama adalah sebuah mimpi yang baik perihal wanita tersebut, sang Pria masih belum yakin dan melakukan Istikharah kembali akan tetapi petunjuk tak kujung datang dan entah bagaimana ia ingin sekali menoleh ke langit, awan memampangkan inisial huruf depan namanya dan wanita tersebut, masih belum yakin dilakukannya lagi Istikharah setelah itu ia tertidur dan membaca doa sebelum tidur, lagi-lagi mimpi yang baik perihal Wanita tersebut, Pria itu belum yakin di karenakan si Wanita memakai kerudung dengan pakaian yang ketat belum lagi si Wanita sering pergi berduaan dengan Pria lain mengingat "Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Pilihlah yang beragama agar kamu beruntung. "(Riwayat Bukhari dan Muslim)", Dan si Pria mengatakan kepada si Wanita agar melonggarkan pakaiannya tetapi tidak di gubris sehingga ia kesekian kalinya melakukan Istikharah, ketika ia tidak merasakan datangnya petunjuk tiba-tiba saja seorang Wanita lain dengan busana Muslim yang lebih baik menegurnya tanpa pernah diduga.


Ketika fikiran sudah buntu (mentok) dan kelelahan sampai tertidur lantas mendapatkan isyarat baik (untuk melakukan suatu pilihan) melalui mimpi, ya anggap saja itulah pilihan terbaik meski petunjuk dari sholat Istikharah tidak melulu melalui mimpi, gunakan terlebih dahulu logika dan pertimbangan-pertimbangan nalar yang logis merujuk kepada Al-Qur'an dan hadits sehingga hilang keragu-raguan. Seperti pertimbangan masalah latar belakang budaya, tingkat sosial, pendidikan, bahkan kalau perlu masalah kondisi kesehatan. Dibutuhkan juga kepasrahan kita kepada ALLAH bahwa apapun itu adalah yang terbaik. Pasrah hingga ALLAH membersitkan di hati kita kemantapan atas sebuah pilihan di antara alternatif-alternatif yang ada. Untuk mencapai kemantapan inilah yang berbeda-beda isyaratnya. Sebaiknya ditambah dengan berkonsultasi pada seseorang yang bijak dan memperkirakan situasi serta permasalahan yang dihadapi dan dampaknya terhadap Agama juga Dunia. InsyaALLAH seseorang yang mencari petunjuk dari ALLAH melalui Shalat Istikharah tidak akan pernah kecewa, ALLAH membimbingnya (terkecuali bagi mereka yang melanggar hak-hak ALLAH) sehingga ia tidak akan menyalahkan siapa-siapa kecuali dirinya sendiri "Yakinlah pada Allah maka Dia akan menjagamu"

sumber; slah satu teman di PH yg namanya "Aku Lupa"
 *tulisan ini juga bisa dilihat disini >> http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=415709272988#!/notes.php?id=1188399832

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar